yang berisi tentang pertanian total orgaik dengan bioteknologi nt 45
Rabu, 15 Februari 2012
Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lewat Pupuk Organik
Tanggal 15 February 2012
PATAMUAN — Kelompok Tani Kampuang Palak Mandiri (KTKPM), Kenagarian Tandikek, Kecamatan Patamuan, Padang Pariaman, Senin (13/2) malam memulai aksi nyatanya, membuat pupuk organik.
Pembuatan pupuk non kimia itu langsung difasilitasi Ahmad Gazali dari PT. Nan Tembo, Padang. Pada kesempatan itu, juga ikut sejumlah mahasiswa dari HMI Pariaman yang sedang mendalami ilmu pembuatan pupuk organik.
Suhardi Yakub, Ketua kelompok tani tersebut kepada Singgalang menyebutkan, kelompok tani yang dia dirikan bersama 19 orang anggota pada tahun lalu itu baru pertama kali mencoba menerapkan pupuk organik. Nantinya, pupuk itu akan digunakan untuk tanaman ubi kayu yang tengah dikembangkan kelompoknya di Kampuang Palak, sekitar 1,5 hektare.
Bahkan, kata Sekretaris DPC PBB Padang Pariaman ini, pupuk organik bagi masyarakat Patamuan boleh dibilang tabu, dan asing. Dan memang, masyarakat petani kampung itu belum terbiasa dengan pupuk yang diolah dari kotoran ternak.
“Buktinya, pada saat memulai pengolahan pupuk yang lama pembuatannya mencapai 50 jam itu, masyarakat Tandikek banyak yang berdatangan, melihat langsung cara pengolahan yang dilakukan kelompok tani tersebut. Masyarakat petani yang datang ke lokasi pembuatan itu cukup terkesima. Betapa tidak, pada awal datang ke lokasi, bau kotoran mintak ampun busuknya. Namun, setelah dikasih bahan berupa NT45 seri P, beberapa saat setelah itu, bau yang tadinya sangat menyengat dengan sendirinya hilang,” kata dia.
Bersama seluruh anggota kelompok, Suhardi Yakub memakai lahan milik orang lain dengan sistem pertigaan, seperti layaknya memakai lahan sawah yang produktif dulunya.
Sebab, lahan sawah itu sejak pascagempa dan longsor 2009 lalu tidak lagi produktif untuk ditanami padi, akibat ketiadaan irigasi yang mengalirinya. Diperkirakan, setahun ke depan lahan tersebut masih dimanfaatkan untuk ladang ubi.
Pembuatan pupuk organik yang dimotori kelompok Suhardi Yakub itu ingin mengembalikan kesuburan tanah, yang selama ini telah terkontaminasi oleh pupuk kimia. Ia melihat, dengan kesuburan tanah tentunya akan mampu mensejahterakan para petani dari hasil panen yang ditanaminya.
Sementara Ahmad Gazali selaku Konsultan PT. Nan Tembo merasa senang bisa bekerjasama dengan masyarakat petani. Ia melihat, merubah maiset masyarakat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses panjang. Butuh kesabaran dan kesungguhan dari petani itu sendiri.
“Melihat kondisi lahan pertanian yang sangat luas di Padang Pariaman ini, kita ingin buat sebuah Pusdiklat pupuk organik. Apalagi, kader muda dari mahasiswa cukup antusias mempelajarinya. Kedepannya, para mahasiswa yang selama ini akrab dengan dunia demontrasi, kita ganti dengan demo buat pupuk organik, sehingga seluruh kelompok tani yang ada mampu membuat hal itu,” kata dia. (525)
Suhardi Yakub, Ketua kelompok tani tersebut kepada Singgalang menyebutkan, kelompok tani yang dia dirikan bersama 19 orang anggota pada tahun lalu itu baru pertama kali mencoba menerapkan pupuk organik. Nantinya, pupuk itu akan digunakan untuk tanaman ubi kayu yang tengah dikembangkan kelompoknya di Kampuang Palak, sekitar 1,5 hektare.
Bahkan, kata Sekretaris DPC PBB Padang Pariaman ini, pupuk organik bagi masyarakat Patamuan boleh dibilang tabu, dan asing. Dan memang, masyarakat petani kampung itu belum terbiasa dengan pupuk yang diolah dari kotoran ternak.
“Buktinya, pada saat memulai pengolahan pupuk yang lama pembuatannya mencapai 50 jam itu, masyarakat Tandikek banyak yang berdatangan, melihat langsung cara pengolahan yang dilakukan kelompok tani tersebut. Masyarakat petani yang datang ke lokasi pembuatan itu cukup terkesima. Betapa tidak, pada awal datang ke lokasi, bau kotoran mintak ampun busuknya. Namun, setelah dikasih bahan berupa NT45 seri P, beberapa saat setelah itu, bau yang tadinya sangat menyengat dengan sendirinya hilang,” kata dia.
Bersama seluruh anggota kelompok, Suhardi Yakub memakai lahan milik orang lain dengan sistem pertigaan, seperti layaknya memakai lahan sawah yang produktif dulunya.
Sebab, lahan sawah itu sejak pascagempa dan longsor 2009 lalu tidak lagi produktif untuk ditanami padi, akibat ketiadaan irigasi yang mengalirinya. Diperkirakan, setahun ke depan lahan tersebut masih dimanfaatkan untuk ladang ubi.
Pembuatan pupuk organik yang dimotori kelompok Suhardi Yakub itu ingin mengembalikan kesuburan tanah, yang selama ini telah terkontaminasi oleh pupuk kimia. Ia melihat, dengan kesuburan tanah tentunya akan mampu mensejahterakan para petani dari hasil panen yang ditanaminya.
Sementara Ahmad Gazali selaku Konsultan PT. Nan Tembo merasa senang bisa bekerjasama dengan masyarakat petani. Ia melihat, merubah maiset masyarakat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses panjang. Butuh kesabaran dan kesungguhan dari petani itu sendiri.
“Melihat kondisi lahan pertanian yang sangat luas di Padang Pariaman ini, kita ingin buat sebuah Pusdiklat pupuk organik. Apalagi, kader muda dari mahasiswa cukup antusias mempelajarinya. Kedepannya, para mahasiswa yang selama ini akrab dengan dunia demontrasi, kita ganti dengan demo buat pupuk organik, sehingga seluruh kelompok tani yang ada mampu membuat hal itu,” kata dia. (525)
Berita Terkait
- 351 Guru Dikhawatirkan tak Bisa Penuhi Beban Mengajar
- Koperasi Harus Mampu Manfaatkan Peluang
- Dasa Wisma Dahlia Paling Aktif di Sitiung
- SUDAH MENELAN SEJUMLAH KORBAN : Proyek Pelebaran Jalan Meninggalkan Bengkalai
- Almaisyar ‘Serempet’ Lima Kandidat
- Banyak PNS Menolak Jadi Pelaksana Kegiatan
- KETUA DPRD PADANG, ZULHERMAN : Jaga Citra RSMABI 3 Padang
- SELAMA TAHUN 2011 : 33.000 Orang Tewas di Jalan Raya
- Mengurus WC Saja, DPRD tak Mampu
- GAGAL VERIFIKASI KPU : Balon Wako Perseorangan Dilarang Menyeberang ke Parpol
Minggu, 15 Januari 2012
8 (delapan) langkah membangun masyarakat
1. PEMBERDAYAAN
2. PENDAMPINGAN
3. JARINGAN
4. KEMITRAAN
5. MENURUNKAN COST PRODUCTION
6. MENIGKATKAN JUMLAH HASIL
7. PENGENTASAN KEMISKINAN
8. MEMBUKA LAPANGAN KERJA BARU
2. PENDAMPINGAN
3. JARINGAN
4. KEMITRAAN
5. MENURUNKAN COST PRODUCTION
6. MENIGKATKAN JUMLAH HASIL
7. PENGENTASAN KEMISKINAN
8. MEMBUKA LAPANGAN KERJA BARU
- Tanam Pisang Metode NT 45
* Gali lubang 100 x 100 x 50 cm
* Isi gulma
* Beri pupuk POML
* Timbun tanah. setelah 2 minggu
* Tanam, ambil anak pisang yang paling kecil, sebesar kepal tangan
atau baru berdaun dua.
* Pelihara anakan paling banyak 4.
* Tambah POML sesuai pertambahan anak
* Jarak tanam 5 m
* Baris shaf orang shalat
* Semprotkan Obat-obatan/antihama keseluruh permukaan lahan
** Selamat mencoba
- KemarinAhmad Gazali
- Tanam Kakao (Cokelat) Metode NT.45
< Gali lubang 30 x 30 x 30 cm
< Isi gulma
< Beri POML
< Semprot seluruh permukaan lahan menggunakan
Obat-Obatan/Antihama
< Timbun tanah, biarkan 15-30 hari.
< Tanam. Sebelum tanam, potong akar tunggang
< Semprotkan Obat-obatan/Antihama
< Setelah tinggi 70 cm, potong pucuk
< Upayakan tunas yang tumbuh dari tanah, 3 tunas
< Setelah 3 tunas tumbuh baik dari tanah, potong batang awal
< Setiap tunas pelihara 3 tunas pula
< Jumlah daun 150-300 helai
< Tunas baru dipotong
< Pelihara bunga batang dan buang bunga ranting
* Penyemprotan obat-obatan/antihama sebulan sekali.
* Tambah POML pada rumpun yang pertumbuhan terlambat
* Prinsip POML didalam tanah, jangan ditaburkan dipermukaan
tanah.
* Jarak tanam 5 x 5 m
* Baris, shaf orang shalat
* Tanami dengan tanaman umur pendek sebelum kakao berbuah.
* Buatkan lubang antara batang satu dengan batang yang lain
ukuran 100 x 100 x 50 cm, isikan gulma, gulma tidak dibakar.
> Bila dibutuhkan daun untuk pakan ternah, biarkan tunas
tumbuh, tidak perlu dipotong dan jarak tanam cukup 3 x 3 m
Pembibitan
** Pilih buah kakao yang disukai, sudah sempurna masak
pada batang yang sudah tua.
** Keluarkan biji, cuci dengan air tanah bersih yang merapung
dibuang
** Jjemur sampai kering
** Campur POML dengan Tanah perbandingan 1 : 4
** Masukkan ke dalam polibek diameter 10 cm
** Biji cokelat yang sudah kering rendam kedalam
obat-oabatan/antihama selama 4 jam
** Masukkan satu biji kedalam polibek
** Sebelumnya biji cokelat yang merapung dibuang
** Seminggu sekali semprotkan obat-obatan/antihama
** Setelah 3 bulan siap ditanam
+ Selamat bekerja!
- KemarinAhmad Gazali
- Prinsip hidup :
> Air (H20)
> Udara ( cahaya matahari/ultra violet)
> Makanan ( nutrisi)
- 17 jam yang laluAhmad Gazali
- Faktor yang pendukung bidang usaha:
1. Skill = 9,5 %
2. Managemen = 27,5 %
3. Mental = 63 %
- 17 jam yang laluAhmad Gazali
- Prinsip Hidup
1. Air (H20)
2. Udara ( Cahaya matahari/ultra violet)
3. Makanan ( Nutrisi)
Faktor Pendukung Bid Usaha
1. Skill = 9,5 %
2. Managemen = 27,5 %^
3. Mental = 63 %
Rabu, 04 Januari 2012
POML : Usaha Pertanian di Masa Depan
POML : Usaha Pertanian di Masa Depan
Pupuk Organik Majemuk Lengkap (POML) NT.45 telah disosialisasikan kepada seluruh daerah Sumatera Barat sejak 1997. Dengan merogoh kocek sendiri Ahmad Gazali turun ke lapangan memindahkan pabrik pupuk ketengah masyarakat sejak 2007.
Pupuk merupakan makanan bagi tanaman agar dapat berlanjut hidupnya sesuai dengan tanaman yang kita kehendaki dalam usaha Budidaya Pertanian sehingga tanaman dapat berproduksi sesuai dengan perencanaan.
Pemberian pupuk kepada tanaman disesuaikan dengan keadaan tanaman dan keadaan tanah diperhitungkan nilai ekonomisnya sesuai dengan ilmu pertanian dan usaha pertanian tidak lagi hanya sebagai kegiatan Sosial Budaya tetapi untuk menjadi Sosial Ekonomi.
Pupuk AS.45 merupakan pupuk yang dibuat dan diolah dengan bahan organik murni tanpa ada sedikitpun unsur kimia an organik untuk penguraian senyawa organik atau atom yang terdapat didalam bahan bakunya dipakai dan dimanfaatkan Bioteknologi NT.45 seri P dan juga dengan fermentasi NT.45.
Setelah diuji di laboratorium berstandar internasional SUCOPINDO pupuk organik yang dihasilkan PT Nan Tembo (Economic & Engineering) Konsultan menurut Ahmad Gazali Direktur Pusat Pendidikan & Pelatihan (PP&P) Biotek NT.45 mempunyai komposisi lebih kurang 34 jenis komposisi kimia organik dan diantaranya terdapat Acid Acensil. Acid Acensil berfungsi sebagai pelepas atau pengurai bahan organik yang terikat oleh logam dalam tanah.
Dr. Ungaran Saragih sewaktu melihat sertifikat laboratorium Sucopindo memberi nama pupuk ini “Pupuk Organik Majemuk Lengkap” (POML) karena mempunyai komposisi melebihi jenis pupuk kimia yang ada saat ini. Prof Azis Darwis guru besar bioteknologi IPB mengatakan : Bioteknologi NT.45 seri-seri P,E,I.J dan M melebihi kebutuhan pertanian (pertanian,perikanan dan peternakan) modern. Prof. Azis Darwis datang ke dapur produksi POML di Palembayan Sintuk Kab Padang Pariaman 2007.
Pengertian Pupuk Organik adalah bahan organik yang diolah memakai metode bioteknologi sehingga terjadi proses penguraian atom dan senyawa organiknya dan kalau sekedar pelapukan material organik disebut komposting. Pengertian Majemuk, dapat dimanfaatkan keseluruh jenis tanaman sampai kepada Tanaman Kultur Jaringan yang masih kecil atau dengan prilaku tertentu dapat menumbuhkan jaringan di lapangan terbuka karena memiliki unsur enzim yang dapat merangsang tumbuhnya jaringan menjadi tanaman.
Pengertian Lengkap karena komposisi senyawa organik yang dimiliki AS.45 melebihi standar kebutuhan pokok tanaman sehingga tidak dibutuhkan lagi tambahan yang lain dan komposisi standar diatas kimia yang ada saat ini. Kelengkapan Acid Acensial pada pupuk ini dapat mereklamasi lahan pertanian kita yang telah jenuh dan kadar asam yang tinggi dalam waktu singkat.
POML AS.45 pupuk organik aktif artinya dapat tersimpan dalam waktu lama baik dalam karung maupun dalam tanah. Jika tidak terserap oleh tanaman dalam waktu dekat atau masa pemupukan artinya tidak akan bersenyawa dengan logam tanah atau diikat logam yang ada karena pupuk ini membawa materi aktif. Materi aktif yang selalu terbawa oleh material organik pembuat pupuk. Dalam sistem pemupukan tanaman keras dapat dipupukkan sekali dalam satu tahun sekaligus untuk menghemat upah pemberian pupuk.
Jika biaya tidak tersedia dalam waktu pendek dapat diberikan dua kali atau tiga kali setahun secara berkala seperti biasa. Dosis pupuk AS. 45 untuk pertanian semakin lama semakin sedikit bahkan kalau tanahnya telah sehat tidak perlu lagi pemberian pupuk. Setiap panen dapat diturunkan dosisnya sampai 20 % jika dasar tanahnya Otozal yang baik.(Lisendra Hossein).
Padi Tanam Satu Kali Panen Tiga Kali
PUSAT PENDIDIKAN & PELATIHAN BIOTEKNOLOGI NT.45
Pusat Pendidikan &Pelatihan Bioteknologi NT.45 melakukan uji coba Padi Tanam Sebatang (PTS) tanam satu kali, panen tiga kali disebelah Mesjid Raya Nagari Sintuk Kec Sintuk Toboh Gadang (Sintoga) Kab Padang Pariaman 2009/2O10 pada lahan sawah milik Syahrial Dt Maninjun.
Secara konvensional menggunakan pupuk kimia,pestisida.tanam serumpun 5-10 batang dengan jarak 15-20 cm, anakan rata-rata 17 batang, panjang malai 17 cm berisi 150-200 biji padi, hasil 3,3 ton gabah/ha, berat beras 1 liter 0,8 kg, rundement 60%, nasinya mudah basi, bau apek, serat longgar. Diserang hama tikus, tanah bau terasi. Bila kena cahaya matahari bau terasi menguap ke udara dan tercium oleh tikus gunung. Malam hari tikus gunung turun mengerat batang padi, rasa ada makanan didalamnya.
Tahap awal, dirubah memakai pupuk organik majemuk lengkap (poml), antihama total organik dari bioteknologi NT.45, padi tanam sebatang (pts), jarak tanam 30 cm x 30 cm, anakan rata-rata 30. Panjang malai 22 cm berisi 220 biji padi. Hasil 6,6 ton gabah/ha, rundement 70%, berat beras 1 liter = 1 kg, serat padat, nasinya tidak mudah basi, aroma harum. Satu kali musim tanam ini dimaksud mereklamasi lahan karena daya dukung lahan terus menurun akibat menggunakan racun kimia buatan dan pestisida.
Tahapan berikut dirancang tanam satu kali dan panen tiga kali. Lahan sawah dibajak kembali seperti biasa. Tanam sebatang, jarak 30 x 30 cm, anakan rata-rata 35, panjang malai 25 cm berisi 250 biji. Hasil 8 ton gabah kering/ha, rundement 80%, berat beras 1,2 kg/ltr. Padi umur 100 hari, untuk makan panen 90 hari dan untuk benih dipanen 110 hari. Usai panen batang padi dipangkas rata tanah. Jerami ditebarkan merata, tambah pupuk 50%.
Selesai dipangkas rata tanah, anakan rata-rata 60, panjang malai 27 cm dengan 270 biji padi. Hasil 8 ton/ha. Panen kedua, dipangkas rata tanah. Hilangkan atau dicangkul satu baris sehingga jarak menjadi 30 cm x 60 cm, anakan rata-rata 78 batang, panjang malai 30 cm dengan 300 biji,tambah pupuk 25%. Hasil 8 ton/ha.
Pemberian antihama sewaktu menebarkan pupuk sebelum lahan diolah/dibajak pertama kali. Kali kedua sewaktu usai tanam. Berikut satu minggu satu kali sampai 25 hari sebelum panen. Pola tanam dengan menggunakan bioteknolgi NT.45 ini telah diajarkan kepada petani Sumatera Barat sejak l997 oleh PT Nan Tembo (Economic & Engineering) Konsultan.
Khusus tanam satu kali panen tiga kali telah disosialisasikan oleh Ahmad Gazali Direktur Pusat Pendidikan & Pelatihan Bioknologi NT. 45 sejak 2007, dimulai Sintuk Kab Padang Pariaman 6 bulan, Kab 50 Kota 6 bulan, Lintau Kab Tanah Datar 3 Bulan dan Padang 3 bulan. Gempa 30 September 2009 kegiatan ini sempat terhenti 3 bulan.
Pasca gempa tersebut Ahmad Gazali kembali ke Sintuk dan mengembangkan ke Rimbo Kalawi masih nagari Sintuk dan Kampung Baru, Koto Buruk Lubuk Alung serta 7 bulan belakang kegiatan dipusatkan di Ruang Pendidikan INS Kayutanam.
Menurut Ahmad Gazali, selama 5 tahun menstrasfer ilmu pengetahuan dan alih teknologi pengolahan pupuk organik, antihama, pola tanam. Pengolahan pakan ikan, pakan ternak/ruminansia dengan dana sendiri tanpa dukungan dari pemerintah dan perusahaan. Dalam pengalamannya selama 5 tahun, bila ditinggal atau tidak didampingi, petani akan kembali ke cara semula yaitu konvensional.
Kuncinya kata Ahmad Gazali adalah pendampingan, karena tidak mudah merubah budaya pertanian yang telah berurat berakar ratusan tahun. Bila pemerintah betul-betul memikirkan nasib petani semestinyalah pemerintah tidak ragu-ragu membantu dana pendampingan. Tentu tahap awal diadakan pelatihan bagi semacam penyuluh pertanian lapangan (ppl).
PPL tidak mesti dari sarjana pertanian karena ilmu pertanian yang diajarkan di perguruan tinggi di Indonesia sudah ketinggalan 1500 tahun, buktinya tidak mampu menjawab persoalan petani yaitu menurunkan ongkos produksi dan meningkatkan jumlah hasil. Penemu bioteknologi NT. 45 Ir. Darmansyah, M.Sc adalah sarjana teknik sipil dan saya sendiri orang sosial, SMA Jurusan Sosial/Budaya dan kuliah di sosial, ungkap Ahmad Gazali ketika diwawancarai Editorial di Kayutanam pekan silam. (Lisendra Hosen)
Pusat Pendidikan &Pelatihan Bioteknologi NT.45 melakukan uji coba Padi Tanam Sebatang (PTS) tanam satu kali, panen tiga kali disebelah Mesjid Raya Nagari Sintuk Kec Sintuk Toboh Gadang (Sintoga) Kab Padang Pariaman 2009/2O10 pada lahan sawah milik Syahrial Dt Maninjun.
Secara konvensional menggunakan pupuk kimia,pestisida.tanam serumpun 5-10 batang dengan jarak 15-20 cm, anakan rata-rata 17 batang, panjang malai 17 cm berisi 150-200 biji padi, hasil 3,3 ton gabah/ha, berat beras 1 liter 0,8 kg, rundement 60%, nasinya mudah basi, bau apek, serat longgar. Diserang hama tikus, tanah bau terasi. Bila kena cahaya matahari bau terasi menguap ke udara dan tercium oleh tikus gunung. Malam hari tikus gunung turun mengerat batang padi, rasa ada makanan didalamnya.
Tahap awal, dirubah memakai pupuk organik majemuk lengkap (poml), antihama total organik dari bioteknologi NT.45, padi tanam sebatang (pts), jarak tanam 30 cm x 30 cm, anakan rata-rata 30. Panjang malai 22 cm berisi 220 biji padi. Hasil 6,6 ton gabah/ha, rundement 70%, berat beras 1 liter = 1 kg, serat padat, nasinya tidak mudah basi, aroma harum. Satu kali musim tanam ini dimaksud mereklamasi lahan karena daya dukung lahan terus menurun akibat menggunakan racun kimia buatan dan pestisida.
Tahapan berikut dirancang tanam satu kali dan panen tiga kali. Lahan sawah dibajak kembali seperti biasa. Tanam sebatang, jarak 30 x 30 cm, anakan rata-rata 35, panjang malai 25 cm berisi 250 biji. Hasil 8 ton gabah kering/ha, rundement 80%, berat beras 1,2 kg/ltr. Padi umur 100 hari, untuk makan panen 90 hari dan untuk benih dipanen 110 hari. Usai panen batang padi dipangkas rata tanah. Jerami ditebarkan merata, tambah pupuk 50%.
Selesai dipangkas rata tanah, anakan rata-rata 60, panjang malai 27 cm dengan 270 biji padi. Hasil 8 ton/ha. Panen kedua, dipangkas rata tanah. Hilangkan atau dicangkul satu baris sehingga jarak menjadi 30 cm x 60 cm, anakan rata-rata 78 batang, panjang malai 30 cm dengan 300 biji,tambah pupuk 25%. Hasil 8 ton/ha.
Pemberian antihama sewaktu menebarkan pupuk sebelum lahan diolah/dibajak pertama kali. Kali kedua sewaktu usai tanam. Berikut satu minggu satu kali sampai 25 hari sebelum panen. Pola tanam dengan menggunakan bioteknolgi NT.45 ini telah diajarkan kepada petani Sumatera Barat sejak l997 oleh PT Nan Tembo (Economic & Engineering) Konsultan.
Khusus tanam satu kali panen tiga kali telah disosialisasikan oleh Ahmad Gazali Direktur Pusat Pendidikan & Pelatihan Bioknologi NT. 45 sejak 2007, dimulai Sintuk Kab Padang Pariaman 6 bulan, Kab 50 Kota 6 bulan, Lintau Kab Tanah Datar 3 Bulan dan Padang 3 bulan. Gempa 30 September 2009 kegiatan ini sempat terhenti 3 bulan.
Pasca gempa tersebut Ahmad Gazali kembali ke Sintuk dan mengembangkan ke Rimbo Kalawi masih nagari Sintuk dan Kampung Baru, Koto Buruk Lubuk Alung serta 7 bulan belakang kegiatan dipusatkan di Ruang Pendidikan INS Kayutanam.
Menurut Ahmad Gazali, selama 5 tahun menstrasfer ilmu pengetahuan dan alih teknologi pengolahan pupuk organik, antihama, pola tanam. Pengolahan pakan ikan, pakan ternak/ruminansia dengan dana sendiri tanpa dukungan dari pemerintah dan perusahaan. Dalam pengalamannya selama 5 tahun, bila ditinggal atau tidak didampingi, petani akan kembali ke cara semula yaitu konvensional.
Kuncinya kata Ahmad Gazali adalah pendampingan, karena tidak mudah merubah budaya pertanian yang telah berurat berakar ratusan tahun. Bila pemerintah betul-betul memikirkan nasib petani semestinyalah pemerintah tidak ragu-ragu membantu dana pendampingan. Tentu tahap awal diadakan pelatihan bagi semacam penyuluh pertanian lapangan (ppl).
PPL tidak mesti dari sarjana pertanian karena ilmu pertanian yang diajarkan di perguruan tinggi di Indonesia sudah ketinggalan 1500 tahun, buktinya tidak mampu menjawab persoalan petani yaitu menurunkan ongkos produksi dan meningkatkan jumlah hasil. Penemu bioteknologi NT. 45 Ir. Darmansyah, M.Sc adalah sarjana teknik sipil dan saya sendiri orang sosial, SMA Jurusan Sosial/Budaya dan kuliah di sosial, ungkap Ahmad Gazali ketika diwawancarai Editorial di Kayutanam pekan silam. (Lisendra Hosen)
Langganan:
Postingan (Atom)

